PDAM Tirta Handayani Siapkan Strategi Teknis Jelang Musim Kemarau 2025

GUNUNGKIDUL – Menghadapi potensi tantangan pasokan air bersih selama musim kemarau tahun 2025, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani Kabupaten Gunungkidul menyiapkan berbagai langkah teknis dan strategis guna memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan optimal.

Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Toto Sugiharta, S.TP, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penguatan infrastruktur dan peremajaan sejumlah instalasi vital, antara lain penggantian pompa berkapasitas 75 kW di Intake Bribin, Instalasi Seropan, Instalasi Pengolahan Air Bunder, serta pompa 55 kW di Reservoir Ngobaran.

“Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka menengah PDAM dalam menjaga stabilitas pasokan air selama periode kemarau, khususnya pada titik-titik yang menjadi sumber utama air baku,” ujar Toto Sugiharta di Wonosari, Senin (22/7).

Selain penguatan instalasi, PDAM juga melakukan pemetaan kebutuhan air pelanggan, khususnya di wilayah selatan Kabupaten Gunungkidul. Salah satu upaya konkret adalah minimalisasi kebocoran di beberapa titik jaringan, guna menekan angka kehilangan air atau Non Revenue Water (NRW).

Sebagai bagian dari digitalisasi layanan, PDAM telah memasang perangkat water level berbasis Internet of Things (IoT) di sejumlah reservoir, seperti Reservoir Karang (Saptosari), serta di Cabang Bribin, Seropan, Wonosari, dan Baron. Teknologi ini memungkinkan petugas memantau ketinggian air secara real-time melalui perangkat digital.

“Alat ini berfungsi ganda, sebagai sistem kontrol level air dan efisiensi pompa, serta mencegah pemborosan akibat luberan air. Ke depan kami menargetkan seluruh reservoir dilengkapi dengan sistem serupa,” tambah Toto.

Dalam hal perluasan layanan, PDAM Tirta Handayani Cabang Bribin kini telah berhasil melayani 608 Sambungan Rumah (SR) di wilayah Padukuhan Pakel, Candi, Mojo, Timunsari (Kalurahan Hargosari), serta Cabean dan Piyuyon (Kalurahan Ngestirejo). Wilayah yang sebelumnya masih menggunakan sistem distribusi bergilir kini telah menikmati layanan air 24 jam, berkat suplai dari Instalasi Seropan melalui jaringan Wilayu.

Tak hanya itu, deteksi dini kebocoran jaringan juga terus diintensifkan, khususnya di wilayah perkotaan seperti Wonosari. Langkah ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang PDAM dalam meningkatkan efisiensi sistem dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *