PDAM Tirta Handayani Ikuti Peninjauan SPAM Bekah, Dukung Kajian Lanjutan untuk Optimalisasi Penyediaan Air Bersih


Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Parlinggoman Simanungkalit beserta jajaran, Direktur Utama PDAM Tirta Handayani Kabupaten Gunungkidul Sulistyo Aribowo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kabupaten Gunungkidul, serta Pemerintah Kalurahan Giripurwo melakukan peninjauan lapangan ke lokasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bekah, Selasa (28/7).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut koordinasi lintas instansi untuk mengevaluasi kondisi SPAM Bekah yang hingga saat ini belum dapat dioperasikan secara optimal. Peninjauan dilakukan guna mengidentifikasi langkah-langkah teknis yang diperlukan agar infrastruktur penyediaan air minum tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal bagi masyarakat. Berdasarkan hasil pengeboran pada titik sumur yang telah dibangun, air yang diperoleh memiliki kadar garam (salinitas) yang relatif tinggi atau bersifat payau sehingga belum memenuhi persyaratan sebagai air baku untuk didistribusikan kepada masyarakat.

Pembangunan SPAM Bekah diawali pada 28 Juli 2021 dirancang sebagai upaya pemanfaatan sumber air bawah tanah di kawasan pesisir selatan guna meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat, khususnya di Kapanewon Purwosari yang selama ini kerap mengalami keterbatasan air pada musim kemarau.

Berdasarkan hasil kajian awal, sumber air bawah tanah Bekah diproyeksikan mampu menyediakan debit sekitar 17,8 liter per detik. Untuk mendukung sistem distribusi, direncanakan pembangunan empat reservoir dengan kapasitas masing-masing 100 meter kubik yang tersebar di Padukuhan Temon, Karangnongko, dan Widoro, Kalurahan Giripurwo. Saat itu, pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu sembilan bulan sehingga dapat segera diserahterimakan untuk mendukung pelayanan kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah pesisir selatan Gunungkidul.

Namun demikian, dalam pelaksanaannya ditemukan kondisi hidrogeologi yang berbeda dari hasil kajian awal. Pada titik pengeboran yang telah dibangun, air yang dihasilkan memiliki tingkat salinitas yang cukup tinggi sehingga diperlukan evaluasi dan kajian teknis lanjutan sebelum sistem dapat dioperasikan.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama BBWS Serayu Opak, PDAM Tirta Handayani, BPBD, DPUPRKP, serta instansi terkait saat ini terus melakukan evaluasi terhadap potensi sumber air di kawasan Bekah. Kajian lanjutan akan melibatkan akademisi, tenaga ahli geologi, hidrogeologi, serta berbagai pihak yang memiliki kompetensi dalam eksplorasi air bawah tanah untuk memperoleh data yang lebih komprehensif mengenai karakteristik akuifer di kawasan tersebut.

Direktur Utama PDAM Tirta Handayani Kabupaten Gunungkidul, Sulistyo Aribowo, menyampaikan bahwa peninjauan lapangan merupakan bagian dari upaya bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mencari solusi terbaik agar SPAM Bekah dapat dioptimalkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kondisi air pada titik pengeboran saat ini masih bersifat payau karena kadar garamnya cukup tinggi. Setelah ini kami akan melakukan peninjauan lebih lanjut terhadap kondisi di dalam gua untuk menentukan langkah teknis yang paling tepat. Proses tersebut memerlukan dukungan tenaga ahli. PDAM Tirta Handayani bersama akademisi juga akan menggandeng ASC Yogyakarta untuk melakukan kajian serta menentukan titik pengeboran yang paling potensial,”

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Air Tanah dan Air Baku (ATAB) BBWS Serayu Opak, Ika Yulianti, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut difokuskan pada peninjauan lapangan dan koordinasi dengan Pemerintah Kalurahan Giripurwo. Menurutnya, lokasi rencana pengeboran berada sekitar 500 meter dari titik pengambilan air yang ada saat ini sehingga diperlukan kajian teknis yang mendalam sebelum dilakukan langkah lanjutan.

Ia menambahkan bahwa proses pengeboran harus diawali dengan survei geolistrik serta analisis oleh tenaga ahli untuk memastikan karakteristik bawah permukaan dan menentukan titik pengeboran yang paling tepat sehingga peluang keberhasilan pemanfaatan sumber air menjadi lebih optimal.

Di akhir kegiatan, Sulistyo Aribowo menegaskan bahwa PDAM Tirta Handayani akan terus memperkuat koordinasi dengan BBWS Serayu Opak dan seluruh instansi terkait sebagai bentuk komitmen dalam mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat Gunungkidul.

“Kami akan terus berkomunikasi secara intensif dengan BBWS Serayu Opak agar SPAM Bekah dapat dioptimalkan kembali. Selain itu, berbagai alternatif sumber air lainnya di Kabupaten Gunungkidul juga akan terus dikaji sebagai bagian dari upaya meningkatkan keandalan pelayanan air minum kepada masyarakat,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *